Nyatanya untuk saat ini masih banyak
para siswa yang membutuhkan jeda waktu di antara tugas dan ulangan sebagai
santapan sehari-hari dalam pembelajaran fullday di sekolahnya. Di saat seperti
ini,ternyata tak jarang pula adanya siswa yang mencuri waktu untuk refreshing
di luar sekolah pada jam sekolah. Bukan kadar kebodohan atau rajinnya seorang
anak dalam kegiatan sekolah melainkan kadar penerimaan tekanan tersendiri untuk
menerima semua tugas yang ada di sekolah.
Tak jarang pula ada siswa yang
sepulang sekolah masih ada jadwal pembelajaran lain selain di sekolah, menurut
mereka sebagai tambahan materi yang tidak mereka terima di sekolah.
Sebagai siswa SMA khususnya, masih
banyak yang ada di balik suksesnya kejuruan di sekolah. Yaitu pandangan tentang
perbedaan siswa kejuruan terhadap sikap yang terbentuk. Tapi cukup sulit juga
jika menghadapi komentar para siswa saat menerima jadwal liburan. Di saat
adanya jadwal libur sekitar 2 minggu, kabar yang cukup meramaikan jejaring
sosial yang mayoritas pemiliknya remaja tersebut. Membosankan, pengen kembali
ke sekolah, kumpul temen, dan masih banyak komentar lainnya yang cukup di rasa
sedikit berisik. Jujur memang semua pasti merasa sama saat mengalami hal
tersebut, lalu jika yang mereka terima adalah jadwal liburan yang hanya 1
minggu, jadwal penambahan pelajar di sekolah, adanya kegiatan sekolah seperti
lomba-lomba di sekolah, dan termasuk jadwal ulangan bersama layaknya UH, UTS,
UAS.
Apa yang anda dengar saat anda
menanyakan pendapat mereka tentang pernyataan tersebut? Sudahkah anda merasa
heran dan rasanya ingin mengucapkan “bikin aja sekolah sendiri, jadi kepseknya
juga, jadi muridnya di situ dan sekalian yang ngajar juga”. Wajar jika mereka
selalu tidak pernah merasa puas dengan apa yang terjadi di sekolahnya. Lalu bagaimana
dengan kehidupan mereka di balik semua yang mereka komentari? Menurut mereka
pula tiadaklah nyaman, alasannya karena masih ada yang kurang dalam hidupnya. Entah
itu masalah tentang percintaan, ekonomi atau bahkan sedikit pembahasan tentang
sekolah. Cukup membanggakan saat mereka minimal memenangkan suatu lomba di
sekolah yang mereka jadikan hal yang dibandingkan dengan temannya yang lain. Ada-adda
saja komentar mereka tentang hidup ini, lalu jika selalu merasa kurang dan
tidak ada yang mereka kuatkan dalam arti membuat mereka betah untuk tinggal di
dunia ini, apakah mereka akan tetap menjadi seseorang yang di rasa penting oleh
orang di sekitarnya? Anda semualah jawabannya.

luar biasa banged kurikulum Indonesia.. :( cuma ada di Indonesia tuu yg 14-20 mata pelajaran.. belum lagi tambahan ini itu ini itu... padahal di dunia nyata nantinya, hanya satu bidang spesifikasi ajja yg di butuhin.. dunia hanya butuh 1 bidang per anak.. knp mesti diharuskan nelen 14-20 mata pelajaran?!?! ckckckcck.. belum lagi sistemnya yg serba hapalan.. :(
BalasHapusgag ada anak yg bodoh.. tinggal tugas kitalah (orang tua atau guru) yang seharusnya mampu menemukan dan bernyali buat wujudin apa yg jadi 1 bidang yg dikuasai si anak yg bersangkutan :( ckckckcck...
Belajar Photoshop
semangat buat sekolah de'... hehehehehehehehehhe
BalasHapussalam kenal yo.
Nafi @ http://muara-info.blogspot.com/2012/01/ilmu-elektro-itu-simpel.html
Itulah Pelajar masbro, apalagi di indonesia itu sudah menjadi kebiasaan hehee
BalasHapusnyatanya..,,memang seperti itulah kondisi Indonesia lapisan pelajar..,
BalasHapusSo,,jangan sampai jadwal pelajar itu mempermainkan pelajar tapi sebaliknya..,
Keep spirit ;)