Semilir angin saling bersibak, hangatnya senja menyapu kulit, dan hembusan dingin ikut campur berebut menggengam tanyanku. Langit mulai turunkan ego nya dari Sang Pencipta
dan bising kota yang sedari pagi berteriak pun lelah. Menenangkan, bisikku.Satu bayangan seorang gadis menari di hadapanku, dia sangat cantik. Namun sekejap hatiku sakit kala mengingat sebuah kenyataan yang tak bisa ku ubah. Kenyataan yang tak pernah diharapkan.
Kenapa dia meninggalkanku? Sedangkan di sini aku masih membutuhkannya. Tapi benarkah? Benarkah aku membutuhkannya? Ada yang salah pada diriku, ada sesuatu yang mengganggu harapanku. Sesuatu yang tidak ingin aku lakukan ketika harapanku menjadi kenyataan.
"Tuan, mohon bersiap-siap. Dua jam lagi operasinya dimulai." seorang pria bersuara berat terdengar di belakangku.
Aku menghela napas panjang sebelum berbalik badan dari hadapan imajinasiku. Berjalan memasuki gedung putih diiringi suara tongkat di tanganku yang meraba lantai putih dingin.
Haruskah seperti ini, sayangku?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
mohon meninggalkan kritik dan saran...^_^