Ternyata memang sudah terlalu jauh para gamers menjajaki banyak pengalaman barunya dengan bersama game mareka,..... Tidak hanya kalangan remaja saja yang menadapatkan rangking teratas, tapi mulai dari kalangan anak anak yang baru mengetahui apa itu internet dan manfaatnya apa yang mereka tau hanya permainan apa yang ada di dalamnya. Sampai dengan orang orang sibuk dengan pekerjaannya dan memilih game online sebagai hiburannya.
Contohnya anak yang ada di sebelah saya ini, kalau ditanya sudah seberapa jauh dia mengenal dunia internet, mereka jawab dengan senyuman malu. Tapi jika kita memberi alamat game kepada dia, komentarnya sudah melejit kemana – mana seolah – olah merekalah yang membuat game online. Lalu apakah mereka memanfaatkan internet hanya dengan game saja. Padahal banyak situs yang bias dikatakan lebih bagus bahkan lebih bermanfaat, adanya Google, Wikipedia, dan banyak situs lain yang harus dibuka sebagai ‘fentilasi’ kita terhadap dunia luar.
Jujur saja, saya pun pernah membuka situs game online. Sebenarnya saya juga bingung apa yang bisa menarik mereka untuk kembali memainkan game itu. Kalau memang ada yang bagus itu sebenarnya game yang memiliki grade 17+ padahal peminat terbanyak adalah anak sd atau smp yang jarang absen dari warnet atau oline rumah. Jika dipermasalahkan lebih lanjut, bagaimana dengan peran orang tua? Ternyata yang mereka tahu adalahkarena game itu anak mereka terpancing untuk ber game onlne ria. Selebihnya karena alasan anak yang bosan dengan game rumah, lalu bagaimana yang perlu dilakukan? Untuk orang tua mungkin bisa memberikan waktu mereka menemani sang anak dalam belajar, sehingga membuat si anak merasa nyaman dengan pembelajaran dirumah yang didampingi oleh kedua orang tuanya. Terus pantau jajanan si anak bagaimana dan tidak hanya memberikan bagin materi kepada anak.

Betul juga sih .. :)
BalasHapuskalo istilahnya buku itu cendela ilmu, internet ini kebunnya ilmu... ;)
BalasHapusmemang anak2 lebih mencintai game, karna mereka belum merasakan namanya internet jadi y gtu
BalasHapusiya tapi jika terus seperti itu, pengetahuan mereka tidak akan maju..
BalasHapus