RSS

Minggu, 10 Desember 2023

Pulang

"Pulang yuk."

Ajakan itu, masih canggung untuk kurasakan. Apakah kita memang harus pulang? Setelah melakukan perjalanan yang menyenangkan ini? Apakah kita memang perlu pulang? Setelah menyadari bahwa dunia tak melulu tentang kekejaman?

Harus banget ya? Tapi kalau untuk pulang ke rumah..........

-----------

Pernah ga sih kalian merasakan hal itu? Mirip dengan pemikiran di atas? Kadang kita lagi liburan bareng temen yang akhirnya terealisasikan setelah ribuan purnama, dan ketika sudah selesai malah merasa enggan untuk kembali ke kehidupan semula. Kalau untukku pribadi, jujur pernah. Tapi hal itu bukan serta merta jadi alasan untuk ga pulang ke rumah ya, hehe enggak kok. Masih dalam tahap sedih aja karena harus berpisah dengan orang-orang yang kuanggap sefrekuensi denganku setelah menghabiskan waktu bersama yang menyenangkan.

Tapi....

Perlu kita ketahui ada beberapa orang yang kurang beruntung perihal "pulang". Setiap orang punya definisi masing-masing dalam menjelaskan apa itu "pulang" bagi mereka. Dan kenyataannya tidak semua orang menganggap rumah adalah tempat pulang. Kalau pun mereka harus pulang ke rumah, bukan kenyamanan yang mereka dapatkan seperti layaknya "pulang" pada umumnya.

Lalu bagaimana? Jika ada di dekat kita yang mengalaminya?

Kembali lagi, beberapa orang kurang beruntung dalam hal "pulang" tentu hidup berdampingan bersama orang-orang yang cukup beruntung. Kita bisa menyebutnya antara bentuk keseimbangan atau bentuk ketidakadilan yang ada di bumi ini. Jika kamu merasa ada mereka di sekitarmu dengan segala keberuntunganmu perihal "pulang", kamu tidak harus menyediakan rumah yang mewah untuk mereka pulang. Kamu juga tidak harus memberikan keperluan dan kebutuhan urusan kepulangan mereka, ga kok.

Cukup dengan mendengarkan dia, memahami posisinya dan memberikan energi positif padanya.

Terlepas dari apapun yang mereka alami di luar sana, kamu ga perlu menghakimi apapun tentang dunia yang mengutuknya. Berikan arah yang mendukung ke jalur yang positif dengan tetap mengirim sinyal bahwa mereka tidak sendirian.

Guys, kita ga perlu mengkotak-kotakkan keberuntungan setiap orang karena setiap orang memiliki porsinya masing-masing. Selama kamu tidak menyakiti orang lain dan tidak rugi apapun, jika membantu mereka adalah pikiran pertama yang terlintas maka bantulah mereka semampumu. Itu baik.

Nah, gimana? Sekarang aku mau tanya nih... Jadi, sudahkah kalian pulang hari ini?

Minggu, 03 Desember 2023

Landak? Bunglon?

 Pada hakekatnya manusia bukan satu-satunya jenis makhluk hidup di dunia ini. Tentu kita semua tahu, bahkan tanpa dijelaskan bagaimana cara kita bisa hidup berdampingan. Sebagai contoh adalah dengan bertahan hidup atau biasa kita sebut melindungi diri. Wah, agak berat nih mungkin jadi bisa sedia teh atau kopi hangatnya dulu mumpung cuaca lagi sendu.

Aku awali dulu ya, manusia tercipta sebagai makhluk sosial. Makhluk yang harus dan dituntut bersosialisasi dengan sesamanya, yaitu manusia lain. Namun, pernah ga sih kalian malah tertekan dengan hal tersebut? Seperti, hanya karena weekend kalian di rumah saja justru dinilai kalian adalah orang yang membosankan dibanding dengan mereka yang hampir di setiap weekendnya memiliki agenda bersama orang lain. Kita masuk nih ke area manusia terlahir dengan keberagaman karakteristik, salah satunya kategori introver-ekstrovert.... (stop)

Wahh panjang nih jadinya, tahan deh sampai sini. Kita ubah arahnya dulu.

Gapapa kok kalau kalian menikmati lingkungan yang selama ini kalian jalani dengan nyaman tanpa menyakiti orang lain tentunya. Sekalipun kalian sebulan di rumah, pulang pergi cuma urusan sekolah atau pekerjaan itu ga masalah. Kalian tidak dituntut untuk ramah dan baik ke setiap orang yang kalian temui. Tapi, demi menjaga kredibilitas sebagai manusia kita tentu harus mengenal lingkungan kita seperti apa termasuk orang-orang di sekitar kita. Bahkan kalian perlu menyesuaikan diri menjadi seseorang yang tangguh dan fleksibel di setiap keadaan.

Tapi masalahnya, ga semua manusia berpikir demikian. Yah boleh lah kalian tengok kanan kiri, nanti juga pasti paham. Yang jelas kalian perlu melindungi diri kalian dengan teknik bertahan hidup. Kalian tahu kan? Binatang juga bertahan hidup dengan cara masing-masing dari para predatornya. Jadi bukan salah kalian kalau seandainya kalian memakai cara bertahan hidup sendiri dan berbeda dengan orang lain. 

Sudah ya, sampai sini paham kan? Kenapa landak terlahir berduri yang mungkin durinya dapat menyakiti sekitarnya, dan kenapa bunglon memiliki kulit unik yang justru membuat dia tidak terlihat? 

Be brave be yourself.

Sabtu, 02 Desember 2023

Kembali

 Hai, udah lama ya... Perjalanannya panjang banget sampai hari ini... Udah dapet apa aja? Udah merasa lebih baik belum? Iya, benar, pasti capek dan melelahkan. Tapi tahu ga sih? Kamu kerja keras sejauh ini juga luar biasa banget loh, selamat ya.

Oh iya, jangan lupa sesekali tengok ke belakang. Bukan untuk melihat sejauh apa kamu melangkah, tapi untuk mengenang sekeras apa perjuanganmu. Ga masalah kok kalau pengen istirahat, ngelamun juga boleh. Asal.... jangan lama-lama ya, biar nanti kalau mau jalan ke depan lagi ga lupa ke arah mana.

So proud of you...

Minggu, 06 Desember 2020

Komitmen

 Butuh sebuah perasaan? 

Butuh sebuah ikatan? 
Haruskah?

Minggu, 29 November 2020

Cantik

 Apasih definisi cantik itu? Tanpa jerawat? Kulit putih? Langsing? Mancung? Tinggi? Seksi? Berisi? Hmmmn, sebentar....

Minggu, 22 November 2020

Sajian

 Apa yang dipikirnya?

Mendapati semua kebutuhan tanpa daftar 
Memenuhi list yang tersedia dalam angan 
Hanya apa? 
Agar apa?

Minggu, 15 November 2020

Dia

 Semilir angin saling bersibak, hangatnya senja menyapu kulit, dan hembusan dingin ikut campur berebut menggengam tanyanku. Langit mulai turunkan ego nya dari Sang Pencipta