"Pulang yuk."
Ajakan itu, masih canggung untuk kurasakan. Apakah kita memang harus pulang? Setelah melakukan perjalanan yang menyenangkan ini? Apakah kita memang perlu pulang? Setelah menyadari bahwa dunia tak melulu tentang kekejaman?
Harus banget ya? Tapi kalau untuk pulang ke rumah..........
-----------
Pernah ga sih kalian merasakan hal itu? Mirip dengan pemikiran di atas? Kadang kita lagi liburan bareng temen yang akhirnya terealisasikan setelah ribuan purnama, dan ketika sudah selesai malah merasa enggan untuk kembali ke kehidupan semula. Kalau untukku pribadi, jujur pernah. Tapi hal itu bukan serta merta jadi alasan untuk ga pulang ke rumah ya, hehe enggak kok. Masih dalam tahap sedih aja karena harus berpisah dengan orang-orang yang kuanggap sefrekuensi denganku setelah menghabiskan waktu bersama yang menyenangkan.
Tapi....
Perlu kita ketahui ada beberapa orang yang kurang beruntung perihal "pulang". Setiap orang punya definisi masing-masing dalam menjelaskan apa itu "pulang" bagi mereka. Dan kenyataannya tidak semua orang menganggap rumah adalah tempat pulang. Kalau pun mereka harus pulang ke rumah, bukan kenyamanan yang mereka dapatkan seperti layaknya "pulang" pada umumnya.
Lalu bagaimana? Jika ada di dekat kita yang mengalaminya?
Kembali lagi, beberapa orang kurang beruntung dalam hal "pulang" tentu hidup berdampingan bersama orang-orang yang cukup beruntung. Kita bisa menyebutnya antara bentuk keseimbangan atau bentuk ketidakadilan yang ada di bumi ini. Jika kamu merasa ada mereka di sekitarmu dengan segala keberuntunganmu perihal "pulang", kamu tidak harus menyediakan rumah yang mewah untuk mereka pulang. Kamu juga tidak harus memberikan keperluan dan kebutuhan urusan kepulangan mereka, ga kok.
Cukup dengan mendengarkan dia, memahami posisinya dan memberikan energi positif padanya.
Terlepas dari apapun yang mereka alami di luar sana, kamu ga perlu menghakimi apapun tentang dunia yang mengutuknya. Berikan arah yang mendukung ke jalur yang positif dengan tetap mengirim sinyal bahwa mereka tidak sendirian.
Guys, kita ga perlu mengkotak-kotakkan keberuntungan setiap orang karena setiap orang memiliki porsinya masing-masing. Selama kamu tidak menyakiti orang lain dan tidak rugi apapun, jika membantu mereka adalah pikiran pertama yang terlintas maka bantulah mereka semampumu. Itu baik.
Nah, gimana? Sekarang aku mau tanya nih... Jadi, sudahkah kalian pulang hari ini?
